Ada sepucuk surat yang sudah lama ingin kutulis. Buka amplopnya, ya.
Untuk kamu, yang selalu punya tempat di setiap baris ceritaku.
Putri sayang, ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan, tapi selalu terasa kurang cukup jika hanya diucapkan sekali lewat.
Setiap halaman dalam buku ini kutulis dengan hati-hati, seperti caraku menyimpan setiap momen kita di ingatan. Kamu adalah bab favoritku dalam cerita hidup ini.
Anggap website kecil ini sebagai buku harian yang kita tulis berdua, meski hanya aku yang memegang penanya kali ini.
Hari biasa yang tiba-tiba berubah jadi luar biasa, sejak pertama kali kita bertatap muka.
Aku masih ingat gemetar tanganku waktu itu, tapi senyummu membuat semua rasa gugup itu sepadan.
Kata-kata yang paling berat untuk diucapkan, tapi paling ringan setelah kamu membalasnya.
Satu tahun terasa singkat, tapi setiap halamannya penuh dengan hal yang ingin kubaca ulang.
Ini baru permulaan. Bab-bab berikutnya akan kita tulis bersama, pelan-pelan, sampai penuh.
Foto pertama
Ulang tahunmu
Liburan kecil kita
Ketawa sampai sakit perut
Menyambut pagi
Foto favoritku
Tanggal berapa kita jadian?
Sekian dulu buku kecil ini, Putri.
Semoga setiap halamannya membuatmu tersenyum, dan mengingatkanmu bahwa kamu dicintai lebih dari yang kamu tahu.
Selalu, sampai bab terakhir.